
Pasti familiar banget sama wajah diatas
Tapi jangan langsung buka2 album foto keluarga jaman rikiplik, karena gak bakalan nemu foto ini! (kecuali keturunan langsung dari beliau)
Entah kenapa dari SD ngefans banget sama Ibu satu ini
Padahal teman2 seumuran waktu itu lagi seneng2nya dengerin Chicha Kuswoyo
@tuir sekaleeee....@
Tetep seneng sih sama Chicha, cuma sama Ibu ini kok kagum buanget
Penasaran banget cari buku Habis Gelap Terbitlah Terang, tapi baru 15thn-an kemudian buku ini jadi hak milik
Gak tahu kenapa sulit nyarinya (atau karena duit kepake terus buat jajan???)
Pas udah baca dan mencoba untuk larut ke masa itu......
Nggak ngebayangin seandainya Kartini itu aku
Mungkin cuma bisa pasrah menerima nasib (dinikah orang kaya inih, pejabat pula!)
Tapi tidak dgn Beliau. Walaupun Beliau sangat tahu, nasibnya bakal tetep disuruh nurut untuk dijodohkan, tapi Beliau berjuang sampai detik terakhir sebelum status berubah (perawan jadi nyonya ke sekian)
Bahkan saat Beliau sakit di ujung maut (karena melahirkan putra satu2nya), semangat untuk mengangkat harga diri perempuan tetap menyala di dada Beliau
Bahwa perempuan bukan hanya 'konco wingking' (teman dibelakang alias dipakai saat dibutuhkan), tidak sekedar mengenal 'dapur-sumur-kasur'
Bahwa perempuan mempunyai harkat yang sama dengan pria, tanpa meninggalkan kodrat sebagai ibu dan istri (ini yang membuat BETAPA SEMPURNANYA PEREMPUAN!)
Sementara emansipasi seperti jadi monster yg menakutkan untuk sebagian laki2
Apa hanya karena rasa takut untuk tidak di hargai?
Atau karena rasa takut tersaingi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar