Senin, Mei 12, 2008

Kenapa semua sisi hidup harus sesuai 'seharusnya di mata masyarakat'?
Selalu muncul kalimat: Yang lumrah ya begini...atau Yang biasanya kan begitu...atau Yang selalu orang lain lakukan kan bla bla bla....
Kenapa parameter hidup seseorang harus selalu di ukur dari 'lumrahnya' dimata masyarakat?
Kenapa bukan berpatokan hanya pada Hukum Allah dan Hadits Nabi?
Bukankah 2 pedoman itu sudah lebih dari cukup dari pada sekedar 'lumrahnya di masyarakat'?
Selama tidak menyimpang dari ajaran-Nya dan tuntunan Nabi, so what??????
Contohnya ini:

Untuk wanita karier umur 26 keatas, walaupun dgn karier yg amat sangat mapan dan sama sekali gak kepikir buat jadi perawan seumur hidup:
'Kapan kamu nikah, usia kamu udah mulai banyak lho. Liat temen2mu sebaya sudah punya anak 3. Gak enak di liat tetangga, dikiranya kamu gak laku'
#Anak kok di samain sama sayuran! Kalau gak laku bisa jadi busuk....????#

Untuk istri yang memanggil pasangan alias suami tanpa embel2 (walaupun dulunya temen seumuran mantan temen main jaman ingusan atau sahabat dekat bgt):
'Kamu jadi istri gak ada hormat2nya sama suami. Gak pantes di denger orang kalau manggil suami cuma nama aja'
#Kalau suami yg panggil nama aja ke istri tanpa embel2 (persis kaya manggil pembantunya. malah kalau pembantu suka pakai embel2 mbak, bu, yu....dlll), dianggap biasa aja alias sepantasnya begitu??????'

Untuk suami istri yang sudah menikah dan belum dikaruniai keturunan:
'Kok gak hamil2? Kok gak kaya si A,B,C-Z langsung bisa hamil? Kok bisa sih istri/suami kamu begitu? Makanya Coba kesana...coba kesini....makan ini....makan itu....mandi ini....mandi itu....minum ini...minum itu....'
#Kalau bisa ngejawab pertanyaan2 itu, berarti bisa menjawab pertanyaan ini: Kapan anda mati?????'#

Untuk istri yang gak sempet ngelayani makan suami (ambilkan nasi+sayur+lauk dipiring, biar suami tinggal ngunyah) karena sibuk pekerjaan rumah yang lain (nyuapin anak, mandikan anak, masak, cuci dll dsb):
'Suamimu kok gak dilayani to makannya? Tunjukkan bekti sebagai istri dong'
#Oke, gak sekalian disuapin????#

Untuk anak2 yg lulus kuliah gak mau kerja dikantoran tapi pingin wirausaha karena punya ketrampilan di hal2 tertentu:
'Mau jadi apa kamu nanti? Apa kata tetangga kalo liat kamu siang2 masih dirumah, sementara anak2 mereka udah dari pagi kekantor?'
#Jawabannya: fotocopy buku tabungan mereka yg jadi pegawai (kalau punya) dan bandingkan dengan buku tabungan kita (kalau perlu semua buku tabungan), dan tunjukin ke orang tua!#

Untuk anak cewek yang gak suka pakai rok tapi lebih memilih pakai celana panjang:
'Kamu itu bikin malu orang tua. Apa kata tetangga liat anak cewek kok tingkahnya pecicilan'
#Mendingan begini, daripada anak laki2 tetangga yang pake bedak dan lipstick plus parfum sebotol habis 3 hari doang! Ini latihan, siapa tahu besok gede jadi insinyur sipil atau insinyur minyak atau tentara???#

Untuk Ibu2 yang jarang dandan dirumah karena repot ngurusi 3 anak, pembantu 1, tapi disuruh giat di organisasi kewanitaan kantor suami untuk mendukung karier suami:
'Didepan suami itu harus wangi,ayu. ntar suami ngelirik wanita lain lho'
#Pertanyaannya adalah: kalo suami diijinkan hanya memakai celana pendek+kaos singlet+bau keringat di rumah, dihadapan istri yang harus tampil ayu dan wangi????#

Untuk suami yang membantu istri mengerjakan tugas rumah tangga:
'Emangnya istrimu kerjanya ngapain aja? Cuma bisa dandan?'
#Yap, cuma bisa dandan...dandanin kompor, dandanin rumah, dandanin anak......#

Dan untuk-untuk yang masih banyak lagi........

Selama parameter kepantesan hidup hanya dilihat dari kacamata "Apa kata tetangga nanti" maka......GEDUBRAG!
Bisa pingsan tiba2 karena beban di pundak dan hati jadi makin berat
Saat 'menuruti' maunya/pantesannya di mata orang lain, dijamin hidup akan dijalani dengan amat sangat berat karena belum tentu pantas dimata orang A adalah pantas dimata orang B
So....tetap masukkan kritikan lewat kuping kanan tapi jangan biarkan langsung nyelonong masuk ke tabungan hati. Tapi saring dahulu, koreksi diri, kembalikan ke Aturan-Nya dan Tuntunn Nabi. Jika perlu diperbaiki, masukkan ke tabungan hati. Tapi jika sudah sesuai dgn 2 hukum tsb segera keluarkan dari telinga kiri plus ampas2nya, jangan sampai ada yg tersisa atau terhisap ke tabungan hati. Karena dijamin bakal bikin hidup jadi kemrungsung #Bhs Indonya apa ya?#, gak tenang, gak ikhlas menerima segala yg ada di genggaman dan didepan mata, sirik, iri, tidak bisa bersyukur, selalu merasa kurang dari yang lain dll dsb....

(kesamaan peristiwa 'untuk' diatas bagi yang baca adalah tidak disengaja! Sumprit! Suer!)

Tidak ada komentar: