Rabu, April 09, 2008

Siang tadi dapet undangan lunch di Hotel Nikko, Jl. Thamrin Jakarta, di Resto Origami.
Secara namanya aja Origami, jadi makanannya pasti yang berbau jepang2 kan?
Undangan lunch ini dari PresDir di kantor, kami biasa panggil Ibu aja
Ibu satu ini biar Pres Dir tapi masih single lho
Beda umur 2-3 tahun aja, tapi kalau masalah beda nasib mah jauuuuuhhhhhhhhhhhhh
-sambil pasang muka memelas.....-
Masih energik, orangnya baik, gak galak, gak asal marah2 atau gebrak2 meja atau banting2 pintu, gak suka teriak2
Pokoknya seumur2 kerja jadi 'kuli' baru kali ini dapet Bos (perempuan pula) yang baik banget
-eits! bukan karena sering di traktir lho-
Dari kantor kami jalan rombongan beberapa mobil (pastinya, kan Bos-Bos pakai mobil masing2), maksudnya yg rombongan itu 'kuli2nya'
Sampai Origami kira2 jam 11.45. Waktunya tepat untuk melakukan 'penyerangan' pakai senjata perut laparrrrr -ada gak ya yg sengaja gak sarapan???-
Sistemnya All u can eat, jadi siapa kuat dia yg dapat makan terbanyak
Kalau makan di sistem begini mesti punya taktik yaitu 'HINDARI MAKAN NASI!'
Jadi bisa bolak balik ambil makanan
Dimulai dari ujung kiri sampai kiri lagi -hi hi , kemaruk lah pokoke-
Dari mulai yang di goreng2 sampai yang direbus2, komplit plit plit
Setelah bolak balik sampai 6x, mulai muncul rasa malu
Mendingan disudahi aja deh, perut juga udah mulai gak punya space lagi buat nampung
Jadi sebagai penutup langsung menuju ke makanan penutup
ambil es krim, duduk, makan,
ambil buah, duduk, makan,
ambil puding, duduk, makan,
ambil cheese cake+duck cake+roll cake, duduk, makan,
ambil buah, duduk, makan,
pesen lemon tea (yg fruit punch udah ludes dari tadi)
walahhhh!!!! Berapa kali bolak balik ya?
Ternyata memang gak punya malu, masih sanggup bolak balik lagi -gedubrag-
Pas lagi mencoba melonggarkan ikat pinggang, eh datang lagi cake ultah 2 potong dalam 1 plate
Waaaaa..... gak kuattttttt
Kali ini bener2 nyerah, daripada dipaksa makan malah jadi mual
-Maaf, Bu. Bukannya nggak mau menghormati kue dari Ibu. Tapi daripada Ibu malu bawa pulang staf yang teler kekenyangan?-
Otomatis, perut kenyang, 'penyakit' berikut pasti datang
Ngantuk beratttttt....(Hampir semua lho pada lomba menguap waktu di resto. Bikin malu aja)
Sekitar jam 14.00 back to office lagi, kerja lagi
Pas udah sampai di kursi kebesaran di kantor, iseng pingin cari foto2 masakan jepang
Eh, malah nemu artikel ttg ini nih:

Mirin adalah bumbu dapur untuk masakan Jepang berupa minuman beralkohol berwarna kuning, berasa manis, mengandung gula sebanyak 40%-50% dan alkohol sekitar 14%. Mirin digunakan pada masakan Jepang yang diolah dengan cara nimono (merebus dengan kecap asin dan dashi) dan campuran untuk berbagai macam saus, seperti saus untuk kabayaki (tare), saus untuk soba (soba-tsuyu), saus untuk tempura (tentsuyu) dan saus teriyaki.

Sake -- Mungkin sebagian dari kita tidak asing dengan produk yang bernama “sake” ini. Di Jepang produk ini lebih banyak ditujukan sebagai minuman yang disajikan pada saat pertemuan. Tetapi di luar negara asalnya , sake lebih banyak ditujukan untuk masakan tertentu, terutama masakan khas Jepang.

Sake dalam terminology hukum Islam termasuk dalam kategori minuman keras (khmar) dan jelas hukumnya adalah haram dan najis untuk konsumsi umat Islam. Keharamannya adalah berdasarkan kategori produk tersebut yaitu minuman beralkohol , sebagaimana produk minuman beralkohol asal Jepang lainnya seperti mirin.
Produk masakan jepang “sulit” untuk lepas dari penggunaan sake sebagai salah satu bumbu dalam persiapannya.

Astaghfirullah!!!!
Trus gimana dong, udah keburu masuk di perut?
Kenapa juga browsingnya setelah makan2 ya?
Aduh, gimana nih???????
Mesti tobatan nasuha nih
Sumprit, baru tahu sekarang kalau bumbunya mengandung ke2 diatas
Padahal masakan Jepang kan sehat ya? Ikan, sayur, udang, cumi.....
Bumbunya yang salah.....
Atau kalau ada acara yang 'memaksa' kita harus ada di resto Jepang, ambil aja makanan2 yang dimasak dgn direbus atau yg di goreng pake tepung atau yang dibakar
Intinya hindari saus2 olahan dan makanan yang berbumbu
Daripada kita ragu2 waktu makan, lebih baik terapin tips diatas
Kenapa ya, kita yang hidup di Indonesia sebagai kaum mayoritas (pemeluk agama Islam terbanyak) malah susah nemuin tempat makan yang jelas2 berani pasang tulisan "HALAL"
Sering, resto2 mengartikan yg diharamkan oleh Islam hanya Babi
Jadi hanya makanan2 yg mengandung babi aja yg dikasih peringatan
Padahal juga kan pegawai2 di resto2 itu banyak yg Islam juga ya?
Waduh, mesti hati2 nih pilih2 makanan di resto2
Gimana dong MUI, kasih ketegasan dong harus nampilin HALAL + sertifikat MUI di semua resto dan toko roti
Biar kita nggak kejebak, seperti yang barusan saya alami
Ampun ya, Allah! Hamba alpa......

Tidak ada komentar: