Rabu kemarin tiba2 HP (yang pakai nomor fren) ada sms masuk. Tumben, soalnya nomor yang ini jarang banget buat aktifitas lalu lintas sms (kecuali dari '888' yg bolak balik sms ttg kuis ini itu, gak jelas). Ternyata.....ada sms dari PRESIDEN RI
Begini lengkapnya:
Narkoba menghancurkan masa depan generasi muda. Berhenti menggunakan narkoba skrg juga. Jgn biarkan masa dpn kalian gelap & tanpa harapan. Dari Presiden SBY
Pesan dari:
PRESIDEN RI
Waktu:
Rab 29 Okt 01:01P
(tertulis persis seperti sms yang diterima)
:) bunyinya ternyata begitu, tentang narkoba.
Yang terlintas sesaat setelah membaca sms tersebut:
1. Presiden masih sempet ya kirim2 sms, minimalnya masih sempet punya ide untuk kirim-kirim sms dan nyuruh anak buah untuk diteruskan
2. Presiden kok kasih contoh berbahasa indonesia dengan tidak benar? Maksudnya, walaupun untuk sms yg memang lazim pake singkatan sebanyak mungkin, tapi bagaimanapun Beliau adalah Presiden yang mau gak mau mesti kasih contoh berbahasa indonesia yang baik dan benar
3. Apa efektif ya kirim2 sms begitu? Sebandingkah dengan biaya yg mesti dikeluarin negara untuk berkirim sms ke sekian ratus/ribu/juta orang dengan hasil yg ingin dicapai?
4. Efektifkah menyuruh pengguna narkoba berhenti menggunakan narkoba hanya dengan melalui sms? Padahal proses penghilangan rasa ketagihan adalah proses yg berat dan butuh waktu yang lama
Diatas semua yang terlintas itu, ada terlintas sesuatu yang positif. Bahwa presiden yang sekarang minimalnya lebih ingin dekat dengan rakyat. Tidak hanya dengan tatap muka langsung tapi juga dengan memanfaatkan teknologi melalui sms (walaupun hanya nomor2 tertentu). Terbukti juga Presiden punya nomor khusus untuk menerima keluhan, pujian, makian, dukungan, doa dari rakyat.
Kamis, Oktober 30, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar