Beberapa waktu yang lalu pernah dapat kiriman puisi dan sempat termuat juga di blog ini, disini.
Menyambung kemenangan Obama menjadi Presiden AS tahun ini, semestinya "Anak Africa" itu melanjutkan puisinya menjadi begini:
When I born, I black
When I grow up, I black
When I go in Sun, I black
When I scared, I black
When I sick, I black
And when I die, I still black
And when I become a President of US, I still Black!
Lebih membanggakan sepertinya ketika membicarakan kemenangan Obama adalah sebagai kemenangan orang Kulit Hitam yang mempunyai sejarah masa lalu yang selalu menjadi kelas terbawah dan identik sebagai budak.
Kalau orang Jawa bilang: Wolak walike jaman. Seperti roda berputar, pasti merasakan posisi atas, tidak selalu dibawah.
Walaupun berjalannya waktu, "Negro" bisa membuktikan bahwa mereka juga manusia yang sama2 diciptakan Alloh dan sama2 mempunyai hak untuk menjadi pintar dan menjadi pemimpin, tapi menjadi suatu fenomena yang luarbiasa ketika seorang Negro (yang pasti "BLACK") bisa menjadi Presiden Amerika.
Yang pasti, Obama bukan negro kemarin sore yang tiba2 muncul untuk jadi Presiden. Sudah pasti bekal ilmu yang dia bawa untuk jadi Presiden, bertumpuk dan berlapis.
Sesungguhnya fenomena Obama kali ini, bisa menjadi motivator untuk orang2 yang selama ini merasa tertindas karena menjadi golongan yang dianggap kelas bawah. Satu waktu bukan tidak mungkin, dia menjadi pemimpin orang yang selama ini menindasnya. Tapi semoga ketika sudah memegang posisi pemimpin, bukan menjadi satu kesempatan untuk membalas segala dendam yang selama ini tertutup rasa ketakutan.
Semoga justru bisa menunjukkan kearifan, kebaikan, dan moral yang baik bahwa ternyata kaum (yg dianggap) bawah mempunyai hati yang lebih mulia dari golongan (yang menganggap dirinya) atas
Kamis, November 06, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar