Rabu, November 05, 2008

Obama, who is he?

Asli gak pingin ngomongin soal politik. Gak tau kenapa kalau udah ngomongin hal2 yang berbau politik jadi alergi dan eneg. Penuh intrik, penuh trik, penuh muslihat, penuh strategi yang sering menomorsatukan ego sendiri. Sekarangpun bukan berniat ngomongin tentang Obama, walaupun masih ada hubungannya dengan Obama.
Dari awal heboh tentang Obama, lumayan sering ngikutin perkembangan berita lewat TV, sampai detik ini ketika dikabarkan Obama menang telak dihampir tiap negara bagian.
Cuma 1 pertanyaan yang terus ada dari awal Obama muncul jadi capres AS yaitu 'Kenapa orang Indonesia segitu hebohnya dengan sosok Obama, yang konon pernah tinggal di Jakarta selama beberapa waktu dan konon kabarnya Ibu kandungnya "pernah" memeluk agama Islam (dan ayah kandungnya adalah orang negro keturunan muslim)'
Kehebohan itu bener2 heboh seperti seolah-olah Obama adalah anak Indonesia yang menjadi warganegara AS dan kemudian menjadi capres AS!
Dari mulai bikin milis, grup, komunitas, kumpulan atau apalah, all about Obama!
Ok-lah kalau sekedar fans berat seseorang, sesuatu yang dianggap biasa dan umum. Tapi ya itu tadi, kebanyakan adalah karena merasa bangga karena Obama (hanya) pernah tinggal di Indonesia SELAMA BEBERAPA WAKTU SAJA (+/- 4tahun) bukan karena kepintarannya, keminoritasannya yang menang dari mayoritas dll.
'Keuntungan' apa yang akan diterima Indonesia saat Obama menjadi presiden AS?
Jangan berharap terlalu banyak di awal, karena ketika semua harapan menjadi hanya sebuah harapan tanpa realisasi maka akan berganti menjadi kekecewaan bahkan mungkin kemarahan. Hati-hati.....
Seperti yang sudah2, mana ada iklan menampilkan keburukan suatu produk? Itu iklan gila namanya.
Semua iklan pasti akan menampilkan sisi positif produk, kalaupun ada peraturan yang mengharuskan sisi negatif juga ditampilkan, pasti akan ditulis dalam huruf sebegitu kecil dan tayang kurang dalam 1 detik.
Sama dengan kampanye seorang calon pemimpin, entah ketua RT atau Presiden. Penuh dengan janji, harapan, hiburan, kesenangan and so on. Saat jabatan itu sudah terpegang ditangan yang seringkali terjadi adalah lupa atau melupakan semua janji saat kampanye atau berdalih butuh waktu, butuh proses, butuh dana dan seterusnya. Dan seringkali pula sampai masa jabatan berakhirpun, janji tetap jadi janji.
Sebaiknya, tunggulah aksi Obama ini jika pasti jadi Presiden AS, tunggu kebijakan2nya, tunggu perubahan2nya, baru kita (Indonesia dan Islam sebagai agama yang sering dicap buruk oleh AS) bisa menilai untuk mendukung, atau sekedar melihat, atau bersikap masa bodoh.
Jangan terjebak oleh romantisme cerita masa lalu yang bisa jadi mungkin sudah dihapus tuntas oleh si empunya cerita

1 komentar:

Wisnu Probowaskitho mengatakan...

BAGUS BANGET.... YA ALLOH...
ISTRIKU TERNYATA PINTER BANGET..